Shalat merupakan tiang agama dan kewajiban utama bagi setiap Muslim. Namun, Islam tidak hanya mengajarkan shalat secara individu, melainkan sangat menganjurkan shalat dilakukan secara berjamaah di masjid. Shalat berjamaah bukan sekadar aktivitas ibadah, tetapi juga sarana membangun ukhuwah, disiplin, dan kekuatan umat.
Shalat berjamaah adalah shalat yang dilakukan bersama-sama, minimal terdiri dari satu imam dan satu makmum, dengan tata cara dan niat yang sesuai syariat. Masjid menjadi tempat utama pelaksanaan shalat berjamaah karena masjid adalah rumah Allah yang dimuliakan.
Allah SWT berfirman:
“Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk.”
(QS. Al-Baqarah: 43)
Ayat ini menunjukkan perintah untuk melaksanakan shalat secara bersama-sama, bukan sendiri-sendiri.
Rasulullah SAW bersabda:
“Shalat berjamaah lebih utama dibandingkan shalat sendirian dengan dua puluh tujuh derajat.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menjadi dalil kuat betapa besarnya pahala shalat berjamaah.
Setiap rakaat shalat berjamaah bernilai jauh lebih besar dibanding shalat sendirian. Perbedaan 27 derajat pahala bukan sekadar angka, tetapi menunjukkan betapa Allah sangat memuliakan ibadah yang dilakukan secara kolektif dan penuh kebersamaan.
Rasulullah SAW menjelaskan bahwa langkah kaki menuju masjid:
Menghapus dosa
Meninggikan derajat
Setiap langkah menuju masjid menjadi amal kebaikan yang dicatat oleh Allah SWT, bahkan sebelum shalat itu sendiri dimulai.
Masjid mempertemukan Muslim dari berbagai latar belakang:
Kaya dan miskin
Tua dan muda
Pemimpin dan rakyat
Dalam shaf shalat, semua berdiri sejajar tanpa perbedaan. Inilah pendidikan sosial yang luar biasa dari shalat berjamaah.
Shalat berjamaah melatih umat Islam untuk:
Taat kepada imam
Disiplin waktu
Teratur dalam barisan
Nilai-nilai ini berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga maupun masyarakat.
Rasulullah SAW sangat menekankan shalat berjamaah, bahkan hampir memberikan sanksi berat bagi laki-laki yang mampu namun sengaja meninggalkannya. Ini menunjukkan bahwa shalat berjamaah merupakan salah satu indikator kesungguhan iman.
Mayoritas ulama menyatakan bahwa shalat berjamaah di masjid bagi laki-laki sangat dianjurkan, bahkan sebagian mewajibkannya bagi yang mampu dan tidak memiliki uzur syar’i.
Beberapa hikmah besar dari shalat berjamaah antara lain:
Menjaga hati agar tetap terhubung dengan Allah
Menghidupkan masjid sebagai pusat ibadah
Menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial
Menjadi sarana dakwah yang nyata
Di era modern, kesibukan sering menjadi alasan utama meninggalkan shalat berjamaah. Beberapa solusi yang bisa dilakukan:
Menjadwalkan aktivitas berdasarkan waktu shalat
Memilih masjid terdekat
Mengajak keluarga dan lingkungan sekitar
Shalat berjamaah di masjid bukan hanya ibadah dengan pahala besar, tetapi juga sarana membangun karakter, kedisiplinan, dan persatuan umat. Dengan membiasakan diri shalat berjamaah, seorang Muslim tidak hanya mendekatkan diri kepada Allah, tetapi juga ikut menghidupkan masjid dan memperkuat umat Islam secara keseluruhan.
| Luas Area | 300 m2 |
| Luas Bangunan | 130 m2 |
| Status Lokasi | Wakaf |
| Tahun Berdiri | 1960 |