
Bulan Ramadhan adalah bulan penuh keberkahan, namun tidak sedikit orang yang mengeluhkan rasa ngantuk berlebihan di siang hari. Aktivitas terasa berat, konsentrasi menurun, bahkan ibadah pun bisa terganggu.
Apakah ini hal yang normal? Apa penyebabnya? Dan bagaimana cara mengatasinya secara sehat?
Mari kita bahas dari sudut pandang medis.

Tidur orangnya puasa bernilai ibadah bukan berarti dianjurkan untuk bermalas-malasan.
Mengapa Saat Puasa Kita Mudah Mengantuk?
Rasa kantuk di siang hari Ramadhan sebenarnya cukup wajar, tetapi jika berlebihan tentu perlu diperhatikan. Ada beberapa faktor utama yang sering menjadi penyebabnya.
Selama Ramadhan, pola tidur hampir pasti berubah:
Kurangnya durasi dan kualitas tidur menyebabkan tubuh mengalami sleep debt (hutang tidur), yang memicu rasa kantuk di siang hari. Jadi tubuh tetap membutuhkan tidur yang cukup meskipun sedang berpuasa.
Saat puasa, tubuh tidak mendapatkan asupan energi selama berjam-jam. Jika sahur tidak optimal, kadar gula darah dapat menurun dan memicu:
Ini bukan berarti puasa berbahaya, tetapi menunjukkan pentingnya pola makan sahur yang benar.
Kurang cairan sering tidak disadari. Dehidrasi ringan saja sudah cukup membuat:
Banyak orang hanya minum banyak saat berbuka, tetapi lupa strategi minum yang tepat.
Kesalahan umum:
Lonjakan gula darah setelah makan justru dapat diikuti penurunan cepat, yang membuat rasa kantuk lebih berat di pagi hingga siang hari.
Tubuh memiliki ritme sirkadian (jam biologis). Saat pola makan dan tidur berubah drastis, tubuh butuh waktu untuk menyesuaikan diri. Pada masa adaptasi ini, kantuk siang hari sering meningkat.
Solusi Sehat Mengatasi Ngantuk di Siang Hari Ramadhan
Berikut langkah-langkah yang dianjurkan secara medis.
Targetkan total tidur 6–8 jam per hari, bisa dengan pola:
Hindari begadang yang tidak perlu.
Komposisi ideal sahur:
Energi lebih stabil, kantuk berkurang.
Gunakan pola 2–4–2:
Minum bertahap lebih efektif daripada sekaligus banyak.
Batasi:
Lonjakan gula darah mempercepat rasa lelah dan kantuk.
Jangan terlalu pasif. Aktivitas ringan membantu tubuh tetap segar:
Tidur siang singkat dapat meningkatkan kewaspadaan dan konsentrasi. Namun hindari tidur terlalu lama karena bisa membuat tubuh semakin lemas.
Kapan Kantuk Perlu Diwaspadai?
Segera evaluasi jika kantuk disertai:
Bisa jadi ada faktor lain seperti kurang gizi, kurang cairan, atau kondisi kesehatan tertentu.
Puasa bukan penyebab utama rasa kantuk, tetapi cara kita mengatur tidur, makan, dan cairan sangat menentukan kondisi tubuh selama Ramadhan.
Dengan pola hidup yang tepat, insyaAllah puasa tetap lancar, tubuh sehat, dan ibadah lebih khusyuk.
Semoga bermanfaat dan selamat menjalankan ibadah Ramadhan
Penulis adalah dr. Hj. Nur Islamiah, CH Kepala Puskesmas Kendahe sekaligus Ketua Tim Pemeriksa Kesehatan Calon Jamaah Haji Kabupaten Kepulauan Sangihe 2026.
| Luas Area | 300 m2 |
| Luas Bangunan | 130 m2 |
| Status Lokasi | Wakaf |
| Tahun Berdiri | 1960 |