Jumat, 9 Januari 2026
Terbit : Rab, 07 Januari 2026

Adab Pergaulan Sehari-hari Dalam Islam yang Sering Diabaikan

Oleh : admin Akhlak & Etika
Adab Pergaulan Sehari-hari Dalam Islam yang Sering Diabaikan

Islam bukan hanya mengatur hubungan manusia dengan Allah, tetapi juga menata hubungan antarsesama manusia melalui adab. Sayangnya, dalam kehidupan modern yang serba cepat, banyak adab dalam pergaulan sehari-hari yang perlahan dianggap sepele, bahkan terlupakan. Padahal, adab inilah yang menjadi cermin keimanan dan akhlak seorang Muslim.

1. Menjaga Lisan: Hal Kecil yang Dampaknya Besar

Salah satu adab yang paling sering diabaikan adalah menjaga lisan. Ucapan yang tergesa-gesa, candaan berlebihan, gibah, hingga komentar yang menyakiti perasaan orang lain kerap dianggap wajar. Padahal Rasulullah ﷺ mengingatkan bahwa keselamatan seseorang sangat bergantung pada lisannya. Perkataan yang baik dapat menyejukkan hati, sementara ucapan yang buruk bisa merusak persaudaraan.

2. Menghormati dan Menghargai Orang Lain

Dalam pergaulan, Islam mengajarkan untuk menghormati siapa pun tanpa memandang status, usia, atau latar belakang. Namun, adab ini sering terabaikan saat seseorang merasa lebih pintar, lebih tua, atau lebih berkuasa. Sikap meremehkan, memotong pembicaraan, atau bersikap sombong menunjukkan hilangnya adab yang sejatinya sangat dijunjung tinggi dalam Islam.

3. Menepati Janji dan Amanah

Janji sering kali dianggap perkara ringan. Datang terlambat, membatalkan sepihak, atau mengingkari kesepakatan menjadi hal yang lumrah. Padahal, menepati janji adalah bagian dari akhlak mulia dan ciri orang beriman. Dalam pergaulan sehari-hari, sikap amanah menciptakan kepercayaan dan ketenangan dalam hubungan sosial.

4. Adab Berbeda Pendapat

Perbedaan adalah keniscayaan, namun adab dalam menyikapi perbedaan sering diabaikan. Emosi, ego, dan keinginan untuk menang sendiri kerap mengalahkan sikap lapang dada. Islam mengajarkan untuk berbeda dengan santun, mendengar dengan empati, dan menyampaikan pendapat tanpa merendahkan pihak lain.

5. Menjaga Perasaan dan Tidak Menyakiti

Rasulullah ﷺ adalah teladan terbaik dalam menjaga perasaan orang lain. Sayangnya, dalam interaksi sehari-hari, candaan kasar, sindiran, atau sikap acuh sering dilakukan tanpa sadar. Padahal, menyakiti hati sesama Muslim, meski tanpa kekerasan fisik, tetap bernilai dosa jika dilakukan dengan sengaja.

6. Rendah Hati dan Tidak Merasa Paling Benar

Adab yang paling sulit dijaga adalah kerendahan hati. Ilmu, pengalaman, dan amal sering kali menjadi alasan untuk merasa lebih baik dari orang lain. Islam mengajarkan tawadhu’, yakni menyadari bahwa semua kelebihan adalah titipan Allah dan tidak layak untuk disombongkan.

Penutup: Adab sebagai Cahaya Kehidupan

Adab dalam pergaulan bukan sekadar etika sosial, melainkan bentuk nyata dari keimanan. Ketika adab dijaga, pergaulan menjadi lebih harmonis, hati lebih tenang, dan kehidupan terasa lebih berkah. Mari menjadikan adab sebagai bagian dari ibadah, dimulai dari hal-hal kecil yang sering kita abaikan. Karena sejatinya, akhlak mulia adalah dakwah yang paling kuat tanpa perlu banyak kata.

Masjid Al-Hijrah
Akembuala Kelurahan Santiago, Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara
Luas Area300 m2
Luas Bangunan130 m2
Status LokasiWakaf
Tahun Berdiri1960
  • Selamat Datang di Masjid Al Hijrah Kelurahan Santiago, Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara