
Pernah nggak sih kamu ngerasa hidup lagi berat-beratnya? Hati capek, pikiran sumpek, doa terasa hampa.
Pengen healing, pengen kabur sebentar dari dunia.
Tenang… Nabi Muhammad SAW juga pernah ada di fase itu.
Dan justru di saat paling berat dalam hidupnya, Allah mengajak beliau travelling spiritual paling dahsyat sepanjang sejarah manusia yang kita kenal dengan Isra Mi‘raj.
Nabi di Titik Paling Lelah
Isra Mi‘raj bukan terjadi di masa Nabi sedang “di atas angin”. Justru sebaliknya. Tahun itu dikenal sebagai ‘Aamul Huzni’ (Tahun Kesedihan):
Kalau bahasa kita hari ini adalah burnout total, mental drop, hati remuk atau lagi galau kata anak zaman sekarang.
Dan di titik itu… Allah tidak langsung mengubah keadaan dunia Nabi. Allah menguatkan jiwa Nabi terlebih dulu.
“Mahasuci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam…”
(QS. Al-Isra: 1)
Perlu ditekankan bahwa, Allah tidak menyebut “rasul-Nya”, tapi “hamba-Nya”. Karena di saat paling lemah, yang dibutuhkan bukan status—tapi kedekatan.
Isra: Perjalanan Malam, Mi‘raj: Naik ke Langit
Isra Mi‘raj bukan sekadar perjalanan fisik, tapi perjalanan pemulihan jiwa.
Dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha. Lalu naik menembus lapisan langit hingga Sidratul Muntaha—titik tertinggi makhluk.
Bayangkan bro… Saat dunia menolak Nabi, langit justru menyambutnya.
Di langit:
Healing Versi Langit: Shalat
Menariknya, dari sekian banyak perintah agama:
Shalat? Langsung dari langit, tanpa perantara. Awalnya 50 waktu. Diturunkan jadi 5, tapi pahalanya tetap 50. Kenapa? Karena shalat itu obat jiwa. Bukan beban, tapi healing harian.
Allah berfirman:
“Dan mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat.”
(QS. Al-Baqarah: 45)
Dan Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Dijadikan penyejuk mataku dalam shalat.”
(HR. An-Nasa’i)
Kalau hari ini kita:
Nabi SAW:
Gelisah → shalat
Sedih → shalat
Bingung → shalat
Karena shalat itu meeting langsung dengan Allah.
Isra Mi‘raj dan Kita Hari Ini
Jamaah sekalian… Mungkin kita nggak naik Buraq. Nggak sampai Sidratul Muntaha.
Tapi setiap kali kita shalat dengan sadar, kita sedang melakukan mi‘raj kecil.
Masalahnya bukan kita nggak shalat, tapi sering shalat tanpa hadir hati.
Isra Mi‘raj ngajarin satu hal penting:
Sebelum Allah mengubah keadaanmu, Allah ingin menguatkan hatimu. Kadang doa belum dikabulkan, karena yang perlu disembuhkan bukan situasi, tapi jiwa yang lelah.
Kalau kamu Lagi Capek…
Kalau hari ini kamu:
Ingat Isra Mi‘raj…. Nabi yang paling mulia saja pernah di titik paling berat. Dan solusi Allah bukan liburan dunia, tapi naik mendekat ke-Nya. Maka jangan remehkan shalat. Jangan anggap shalat cuma kewajiban. Karena bisa jadi… Itu undangan healing dari Allah buat kamu.
| Luas Area | 300 m2 |
| Luas Bangunan | 130 m2 |
| Status Lokasi | Wakaf |
| Tahun Berdiri | 1960 |