Kamis, 26 Februari 2026
Terbit : Sel, 13 Januari 2026

Saat Nabi Galau, Allah Ajak Travelling dan Healing

Saat Nabi Galau, Allah Ajak Travelling dan Healing

Pernah nggak sih kamu ngerasa hidup lagi berat-beratnya? Hati capek, pikiran sumpek, doa terasa hampa.
Pengen healing, pengen kabur sebentar dari dunia.

Tenang… Nabi Muhammad SAW juga pernah ada di fase itu.

Dan justru di saat paling berat dalam hidupnya, Allah mengajak beliau travelling spiritual paling dahsyat sepanjang sejarah manusia yang kita kenal dengan Isra Mi‘raj.

Nabi di Titik Paling Lelah
Isra Mi‘raj bukan terjadi di masa Nabi sedang “di atas angin”. Justru sebaliknya. Tahun itu dikenal sebagai ‘Aamul Huzni’ (Tahun Kesedihan):

  • Istri tercinta, Khadijah r.a. wafat
  • Paman pelindung, Abu Thalib wafat
  • Dakwah ditolak, dihina, dilempari batu di Thaif
  • Luka fisik, luka batin, luka sosial

Kalau bahasa kita hari ini adalah burnout total, mental drop, hati remuk atau lagi galau kata anak zaman sekarang.

Dan di titik itu… Allah tidak langsung mengubah keadaan dunia Nabi. Allah menguatkan jiwa Nabi terlebih dulu.

“Mahasuci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam…”
(QS. Al-Isra: 1)

Perlu ditekankan bahwa, Allah tidak menyebut “rasul-Nya”, tapi “hamba-Nya”. Karena di saat paling lemah, yang dibutuhkan bukan status—tapi kedekatan.

Isra: Perjalanan Malam, Mi‘raj: Naik ke Langit
Isra Mi‘raj bukan sekadar perjalanan fisik, tapi perjalanan pemulihan jiwa.

Dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha. Lalu naik menembus lapisan langit hingga Sidratul Muntaha—titik tertinggi makhluk.

Bayangkan bro… Saat dunia menolak Nabi, langit justru menyambutnya.

Di langit:

  • Nabi bertemu para nabi terdahulu
  • Nabi melihat kebesaran Allah
  • Nabi melihat surga dan neraka
  • Nabi menerima hadiah terbesar: shalat

Healing Versi Langit: Shalat
Menariknya, dari sekian banyak perintah agama:

  • Puasa turun di bumi
  • Zakat turun di bumi
  • Haji turun di bumi

Shalat? Langsung dari langit, tanpa perantara. Awalnya 50 waktu. Diturunkan jadi 5, tapi pahalanya tetap 50. Kenapa? Karena shalat itu obat jiwa. Bukan beban, tapi healing harian.

Allah berfirman:

“Dan mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat.”
(QS. Al-Baqarah: 45)

Dan Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Dijadikan penyejuk mataku dalam shalat.”
(HR. An-Nasa’i)

Kalau hari ini kita:

  • Gelisah → scroll FB, IG, TikTok
  • Stres → ngopi, ngrokok
  • Galau → rebahan

Nabi SAW:
Gelisah → shalat
Sedih → shalat
Bingung → shalat

Karena shalat itu meeting langsung dengan Allah.

Isra Mi‘raj dan Kita Hari Ini
Jamaah sekalian… Mungkin kita nggak naik Buraq. Nggak sampai Sidratul Muntaha.

Tapi setiap kali kita shalat dengan sadar, kita sedang melakukan mi‘raj kecil.

Masalahnya bukan kita nggak shalat, tapi sering shalat tanpa hadir hati.

Isra Mi‘raj ngajarin satu hal penting:

Sebelum Allah mengubah keadaanmu, Allah ingin menguatkan hatimu. Kadang doa belum dikabulkan, karena yang perlu disembuhkan bukan situasi, tapi jiwa yang lelah.

Kalau kamu Lagi Capek…
Kalau hari ini kamu:

  • Capek hidup
  • Capek ngadepin orang
  • Capek mikir masa depan

Ingat Isra Mi‘raj…. Nabi yang paling mulia saja pernah di titik paling berat. Dan solusi Allah bukan liburan dunia, tapi naik mendekat ke-Nya. Maka jangan remehkan shalat. Jangan anggap shalat cuma kewajiban. Karena bisa jadi… Itu undangan healing dari Allah buat kamu.

Masjid Al-Hijrah
Akembuala Kelurahan Santiago, Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara
Luas Area300 m2
Luas Bangunan130 m2
Status LokasiWakaf
Tahun Berdiri1960
  • Selamat Datang di Masjid Al Hijrah Kelurahan Santiago, Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara