
Malam Nisfu Syaban merupakan salah satu malam istimewa dalam Islam yang sarat dengan keberkahan. Banyak umat Islam menantikannya sebagai momentum untuk memperbanyak ibadah, bermuhasabah, dan memohon ampunan kepada Allah SWT.
Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa malam pertengahan bulan Syaban adalah waktu dibukanya pintu rahmat dan ampunan bagi hamba-hamba Allah yang bersungguh-sungguh mendekatkan diri melalui doa, dzikir, serta amal saleh.
Pengertian Nisfu Syaban
Secara bahasa, Nisfu Syaban berasal dari kata nisfu yang berarti setengah dan Syaban, yaitu bulan kedelapan dalam kalender Hijriah. Dengan demikian, Nisfu Syaban merujuk pada pertengahan bulan Syaban, tepatnya tanggal 15 Syaban.
Jadwal Nisfu Syaban 1447 H / 2026 M
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan Kementerian Agama RI, serta penetapan Muhammadiyah dan PBNU, awal Syaban 1447 H jatuh pada Selasa, 20 Januari 2026.
Dengan demikian, 15 Syaban 1447 H bertepatan dengan Selasa, 3 Februari 2026.
Karena pergantian hari dalam Islam dimulai sejak matahari terbenam, maka malam Nisfu Syaban dimulai pada Senin malam, 2 Februari 2026, selepas Maghrib.
Keutamaan Malam Nisfu Syaban
1. Waktu Dilaporkannya Amal Perbuatan
Dalam kitab 32 Faidah Seputar Bulan Syaban karya Syaikh Muhammad Shalih al-Munajjid dijelaskan bahwa pada bulan Syaban, khususnya malam Nisfu Syaban, amal-amal manusia disampaikan kepada Allah SWT. Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah dan amal kebaikan.
2. Malam Penuh Ampunan
Malam Nisfu Syaban dikenal sebagai malam turunnya ampunan Allah SWT. Dalam sebuah hadits riwayat At-Tirmidzi disebutkan bahwa Allah SWT turun ke langit dunia pada malam Nisfu Syaban dan mengampuni dosa-dosa hamba-Nya melebihi jumlah bulu domba Bani Kalb.
Hadits ini diperselisihkan derajatnya oleh para ulama. Sebagian menilai sanadnya lemah, sementara Syaikh Al-Albani menilainya shahih. Perbedaan ini menunjukkan perlunya sikap bijak, dengan tetap menghidupkan malam Nisfu Syaban melalui amalan-amalan yang dianjurkan secara umum seperti doa, dzikir, istighfar, dan shalat sunnah.
Sebagai jamaah Masjid Al Hijrah, mari kita jadikan malam Nisfu Syaban sebagai momentum untuk membersihkan hati, memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, serta memperkuat ukhuwah sesama muslim. Tanpa berlebih-lebihan dan tanpa mempertentangkan perbedaan pendapat, kita isi malam penuh keutamaan ini dengan doa, dzikir, dan harapan akan rahmat serta ampunan-Nya.
Semoga Allah SWT menerima setiap amal ibadah yang kita lakukan dan mempertemukan kita dengan bulan Ramadhan dalam keadaan iman yang lebih kuat dan hati yang lebih bersih.
Wallahu a’lam bish-shawab.
| Luas Area | 300 m2 |
| Luas Bangunan | 130 m2 |
| Status Lokasi | Wakaf |
| Tahun Berdiri | 1960 |