
Ramadhan adalah bulan ibadah, tetapi ibadah yang benar harus dilandasi ilmu. Tanpa ilmu, puasa bisa sekadar menahan lapar dan dahaga, tanpa makna yang mendalam.
Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa dikehendaki Allah menjadi baik, maka Allah akan memahamkannya dalam urusan agama.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Persiapan ilmu berarti kita belajar kembali tentang fiqh puasa: apa yang membatalkan puasa, bagaimana adab sahur dan berbuka, serta tata cara shalat tarawih. Kita juga perlu memahami makna zakat fitrah, agar ibadah kita tidak hanya sah secara syariat, tetapi juga membawa manfaat sosial.
Ilmu juga meliputi pemahaman tentang tujuan Ramadhan: membentuk pribadi bertakwa.
Allah berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)
Dengan ilmu, kita bisa menghindari kesalahan yang sering terjadi, seperti menganggap puasa hanya ritual rutin, atau melupakan esensi pengendalian diri. Mari kita isi hari-hari menjelang Ramadhan dengan menghadiri kajian, membaca buku, atau mendengarkan tausiyah. Dengan ilmu, ibadah kita akan lebih bermakna dan sesuai tuntunan Rasulullah SAW.
| Luas Area | 300 m2 |
| Luas Bangunan | 130 m2 |
| Status Lokasi | Wakaf |
| Tahun Berdiri | 1960 |